Musim “Hacking” Telah Tiba!


“Musim hacking telah tiba!” Mungkin itulah yang ada di benak kelompok hacker LulzSec. Setelah menjajah situs perusahaan ternama di dunia game, perfilman, dan industri pornografi, LulzSec kembali menunjukkan kelihaiannya. Kali ini situs-situs pemerintahan mulai menjadi sasaran. Bahkan satuan keamanan negara pun tidak luput dari serangan kelompok hacker yang satu ini.

Pada hari Kamis (16/6), LulzSec dilaporkan telah berhasil membobol situs CIA yang membuatnya tidak dapat diakses selama hampir satu hari penuh. Pihak LulzSec mengklaim telah menggunakan metode DDoS (Distributed Denial of Service) dalam serangan ini, yaitu dengan membanjiri jaringan situs CIA. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye LulzSec yang membiarkan pengikutnya untuk memilih target hackingberikutnya.

Lulzsec1 Musim “Hacking” Telah Tiba!

LulzSec juga merilis sebuah nomor telepon yang digunakan untuk melakukan serangan DDoS. Nomor ini dapat dihubungi oleh 5 sampai 20 orang setiap detiknya dan dapat dialihkan ke nomor telepon manapun.

Dalam tweet-nya, LulzSec meminta masukan dari para pengikutnya untuk memilih target serangan dengan menggunakan metode ini. Alhasil, kantor FBI di kota Detroit serta customer service untuk game online EVE dan World of Warcraft menjadi korban.

Tanpa memandang negara dan benua, LulzSec menebarkan teror di luar Amerika Serikat dan menjajaki negeri Kanguru. Dilaporkan ada ribuan situs Australia, termasuk Distribut.IT, yang berhasil diserang. Dari semua serangan yang dilakukan, LulzSec pun merilis sekitar 62 ribu alamat e-mail dan password yang berhasil mereka curi. Tidak cukup sampai disitu, LulzSec masih mengajak para pengikutnya untuk menggunakan 62 ribu informasi berharga tersebut untuk membobol situs jejaring sosial dan akun game online.
Selain situs pemerintahan dan satuan keamanan, bank juga merupakan sasaran ideal bagi para hacker.

Pembobolan server bank dan pencurian data nasabah telah banyak dilakukan, bahkan dieksplorasi dalam dunia perfilman. Pada awal bulan Mei 2011, Citibank menjadi korban serangan hacker yang identitasnya belum diketahui. Dari serangan tersebut, lebih dari 360 ribu informasi kartu kredit nasabah berhasil dicuri.

Melihat banyaknya kasus hacking yang terjadi akhir-akhir ini, baik dari LulzSec ataupun hacker lainnya, nampaknya “Musim Hacking” memang sudah tiba dan menjadi tren yang cukup menakutkan. Akankah tren ini melanda dunia TI Tanah Air?

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s